17
Geopolitik Soekarno Terhadap Pertahanan Indonesia Era Kemerdekaan

Geopolitik Soekarno Terhadap Pertahanan Indonesia Era Kemerdekaan

Minamidiamondring.com- Pertahanan Indonesia pada masa Presiden Soekarno begitu kuat hingga nyaris melakukan uji coba bom atom yang dijadwalkan pada 5 Oktober 1965, hanya beberapa hari sebelum Proklamasi Republik Indonesia digulingkan.

Mengenai uji bom atom, Hast Christiant menjelaskan dalam makalahnya yang berjudul “Wacana Soekarno Tentang Keterkaitan Pemikiran Geopolitik dan Pertahanan”. Karyanya dipaparkan dihadapan para juri dan tamu undangan pada Senin (6 Juni 2022) di aula merah putih Kampus Unhan Centur, Bogor.

Kata Hasto, pemikiran geopolitik Soekarno berkerangka pada Pancasila, berdampak terhadap pertahanan negara pada era pemerintahannya. Saat itu, konsepsi pertahanan yang berdikari dilakukan dengan proyek strategis Industri Pertahanan termasuk pembuatan bom atom.

“Oleh Soekarno tanggal 5 Oktober 1965 sebenarnya akan dilakukan uji coba bom atom sebagai hadiah untuk ABRI, sebagai anak kandung Revolusi Indonesia,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan implementasi geopolitik dalam pertahanan negara menjadikan ABRI terkuat di belahan bumi selatan. ABRI juga mampu melakukan force projection, seperti bantuan militer ke Aldjazair (1960-1961); Pakistan pada tahun 1965.

Pengaruh Soekarno nampak dengan adanya koridor pertahanan atas cara pandang geopolitik. Kalimantan misalnya, menjadi koridor strategis bagi kekuatan Angkatan Udara; Angkatan Laut di Indonesia Timur dan Jawa sebagai pusat kekuatan Angkatan Darat.

Hasto melanjutkan, saat itu, kebijakan pertahanan disusun berdasarkan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan politik pertahanan bersifat defensif, aktif, dan tidak agresif. Dengan konsepsi tersebut, jika ada suatu negara yang menyerang Indonesia, maka kekuatan AL dan AU Indonesia harus mampu menghancurkan negara agresor sebelum masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia.

“Dalam hal tidak mampu menghancurkan kekuatan militer negara agresor, maka strategi pertahanan rakyat semesta merupakan strategi terakhir, dan Angkatan Darat sebagai kekuatan utama,” kata Hasto.

SEE ALSO  Sungkeman Dengan Bahasa Sunda Dan Artinya Saat Idul Fitri

Bagi Hasto, pemikiran dan imajinasi geopolitik bagi kepemimpinan nasional Indonesia yang dilaksanakan Soekarno itu masih sangat penting hingga saat ini. Khususnya di dalam menyusun grand strategy, dan kebijakan teknokratis melalui diplomasi luar negeri dan pertahanan negara.

“Hal itu penting bagi pelaksanaan kepentingan nasional, sebagai respons dinamika dan ancaman nasional, regional, dan global,” kata Hasto.