1
Sekolah SPI Angkat Bicara Terkait Penahanan Julianto Eka Putra

Sekolah SPI Angkat Bicara Terkait Penahanan Julianto Eka Putra

Minamidiamondring.com- Kasus JuliantoEkaPutra memasuki babak baru. Julianto Eka Putra (JE) resmi ditahan atas dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah besar siswa di kota SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, Malang, Jawa Timur.
Lantas bagaimana dengan Sekolah Selamat Pagi (SPI) Indonesia yang didirikan Juliant Eka Putra? Ini adalah ulasan.

Kasus Julianto Eka Putra: Terdakwa JE Ditahan
Melansir dari berbagai laman, Julianto Eka Putra (JE) adalah pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Ia mendirikan SMA SPI sejak tahun 2003 dan resmi membukanya pada tahun 2007. Namun, siapa sangka ternyata ia menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap siswi SPI.

JE ditahan oleh kepolisian pada Senin (11/7/2022). Ketua Yayasan SPI Kota Batu mengaku akan mengikuti proses hukum terhadap JE, sang pendiri SPI.

“Kami pasti mengikuti proses hukum yang ada. Apalagi di Indonesia. Kami tetap percaya pengadilan akan memberlakukan hukum sesuai apa yang ada,” kata Ketua Yayasan Sekolah SPI Kota Batu, Sendy, dikutip Rabu (13/7/2022).

Siswa dan Alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia Buat Petisi “Save SPI”
Siswa dan alumni SPI diketahui membuat petisi “Save SPI”. Mereka membentangkan kain putih yang sudah ditandatangani kurang lebih 200 anak. Di bagian belakang, ada layar besar disertai tagar #saveSPI, #bebaskankojul, #SPIbaik-baiksaja, dan #kitabersamakojul.

Kepala Sekolah SMA SPI Kota Batu Risna Amalia Ulfa menanggapi terkait petisi tersebut. Menurutnya, petisi itu dibuat sebagai respon atas kasus Julianto Eka Putra dan berdampak pada psikis siswa maupun aktivitas pendidikan sekolah.

“Itu mereka (mahasiswa dan alumni) inisiatif sendiri. Mereka takut dengan adanya kasus ini akan berdampak pada penutupan sekolah,” ucap Risna.

Melansir dari berbagai laman, Julianto Eka Putra (JE) adalah pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Ia mendirikan SMA SPI sejak tahun 2003 dan resmi membukanya pada tahun 2007. Namun, siapa sangka ternyata ia menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap siswi SPI.

SEE ALSO  Sederet Kebenaran Dari Korban Pelecehan Julianto Eka Putra

“Kami pasti mengikuti proses hukum yang ada. Apalagi di Indonesia. Kami tetap percaya pengadilan akan memberlakukan hukum sesuai apa yang ada,” kata Ketua Yayasan Sekolah SPI Kota Batu, Sendy, dikutip Rabu (13/7/2022).