21
Ketua PBNU Ingatkan Ini Terkait Mardani Maming Yang Jadi Buronan KPK

Ketua PBNU Ingatkan Ini Terkait Mardani Maming Yang Jadi Buronan KPK

Minamidiamondring.com- Ketua Umum PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) angkat bicara soal Mardani H Maming yang resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diminta KPK. Gus Fahrur meminta bantuan Bendahara Umum PBNU.
“Saya berharap dia akan bekerja sama dan mengikuti proses hukum,” kata Gus Farrer dalam pesan teks, Selasa (26 Juli 2022).

Gus Fahrur menyarankan Maming mengikuti proses hukum. Menurut dia, semua pembuktian bisa dilakukan di pengadilan.

“Jika memang merasa tidak bersalah bisa dibuktikan di pengadilan dan didampingi para penasihat hukum yang baik sesuai aturan undang-undang,” ujar Gus Fahrur.

Gus Fahrur lantas mengingatkan tentang nilai-nilai ajaran Islam. Dia mengatakan taat hukum merupakan salah satu indikator kesalehan sosial.

“Ajaran agama Islam mengajarkan kepada kita untuk taat hukum untuk mewujudkan harmoni dan keteraturan sosial sebagai bagian dari indikator kesalehan sosial, menaati hukum dan peraturan negara adalah bagian dari bentuk kesalehan bernegara. Kita berkomitmen untuk patuh hukum dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku di Indonesia,” imbuh dia.

Selain itu, Gus Fahrur menyinggung soal proses praperadilan Maming. Gus Fahrur berharap proses hukum berjalan adil.

“Kita berharap proses hukum berlaku dengan baik dan memenuhi rasa keadilan. Semoga upaya praperadilan yang dia ajukan bisa berhasil sesuai yg dia harapkan,” ujar Gus Fahrur.

Mardani Maming Buron
Informasi mengenai Maming yang resmi menjadi buron itu sebelumnya disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (26/7). Maming sebelumnya dianggap tidak kooperatif hingga hendak dijemput paksa KPK.

“KPK telah memanggil Tersangka MM (Mardani H Maming) sebanyak dua kali, namun tidak hadir sehingga kami menilai Tersangka dalam perkara ini tidak kooperatif,” ucap Ali.

SEE ALSO  Tak Hanya Mardani Maming, Harun Masiku Yang Sama-Sama Kader PDI Jadi Buronan

“Hari ini KPK memasukkan tersangka ini dalam daftar pencarian orang (DPO) dan, paralel dengan itu, KPK juga berkirim surat ke Bareskrim Polri untuk meminta bantuan penangkapan terhadap tersangka dimaksud,” imbuh Ali.

Ali tetap meminta Mardani kooperatif dan menyerahkan diri. Di sisi lain, Ali berharap publik memberikan informasi ke KPK bila mengetahui keberadaan Mardani.

“Peran serta dan dukungan masyarakat dalam upaya penyelesaian perkara ini sangat dibutuhkan, karena kita semua tentu berharap penyelesaian perkara ini dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan efisien,” ucapnya.