19
Jokowi Serukan Investasi Jepang Untuk Ibu Kota Baru

Jokowi Serukan Investasi Jepang Untuk Ibu Kota Baru

Minamidiamondring.com- Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri mendesak Jepang untuk berinvestasi dalam industri kendaraan listrik dan proyek infrastruktur lainnya, termasuk ibu kota baru Indonesia yang direncanakan, dan negara mereka berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi pascapandemi.

Presiden Indonesia bertemu dengan Perdana Menteri Fumio Kishida di Tokyo pada hari Rabu untuk membahas kerjasama ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Widdo menyampaikan harapannya untuk investasi lebih lanjut oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Fumio Kishida telah berjanji bahwa Jepang akan memberikan sekitar 43,6 miliar yen ($ 320 juta) dalam bantuan pembangunan resmi untuk menyelesaikan pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, menurut laporan bersama.

Widdo mengatakan proyek pembangunan utama Indonesia akan mencakup perluasan sistem angkutan massal Jakarta, pabrik gas alam cair di lepas pantai Blok Masera, dan ibu kota baru Nusantara, dan meminta bantuan Kishida.

“Kami mencari dukungan pengetahuan dan teknologi baru Jepang dalam proyek-proyek strategis Indonesia dalam industrialisasi sumber daya alam, EV, sepeda listrik, pengembangan kota baru Nusantara, asuransi, perawatan medis dan makanan,” kata Widdo.

Indonesia juga mengupayakan kerja sama untuk sukses pada pertemuan puncak 20 kelompok November yang menghadapi tantangan luas untuk mencapai persatuan dalam perang Ukraina yang sedang berlangsung. “Kami berharap Perdana Menteri Kishida menghadiri KTT G20 di Bali pada November,” kata presiden.

Kedua pemimpin menegaskan kembali kerja sama mereka untuk keberhasilan pertemuan puncak di Indonesia. Fumio Kishida mengatakan, “Kami akan terus mendukung dan bekerja sama dengan Indonesia untuk menyukseskan KTT G20.”

Mr Widdo juga menjelaskan bagaimana beberapa pembatasan impor makanan Jepang yang tersisa di Indonesia benar-benar dicabut. Kedua pemimpin juga mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk menandatangani revisi protokol Perjanjian Kemitraan Ekonomi Jepang-Indonesia pada KTT G20.

SEE ALSO  Terpilihnya Puteri Indonesia 2022, Ketua DPR RI Beri Selamat

“Indonesia telah berubah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam forum bisnis di Tokyo di sela-sela kunjungan Widdo ke Jepang. “Indonesia telah menjadi negara yang jauh lebih efektif dan transparan, dan ekonomi kita telah selamat dari pandemi selama dua tahun terakhir.”

Dalam paparannya, Pandjaitan memaparkan strategi Indonesia untuk mentransformasikan eksportir komoditas mentah menjadi industri bernilai tambah seperti kendaraan listrik dan baterai. “Indonesia sedang berubah, jadi ketika berinvestasi di Indonesia, pendekatannya harus sedikit baru,” katanya.

Panjaitan juga menekankan bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu negara dan mencatat defisit perdagangannya dengan China menyusut. “Kami mengelola ekonomi dengan baik,” katanya.

Dia merencanakan proyek-proyek seperti taman industri besar dan proyek baterai EV di Indonesia timur, dan mengatakan rincian potensi investasi oleh pembuat EV AS Tesla adalah “final.”

Ia juga menyebut kawasan industri yang sedang dikembangkan di Kalimantan Utara sebagai “game changer”.

“Saya meminta Jepang untuk berpartisipasi dalam ini,” katanya, seraya mengatakan China, Abu Dhabi, dan Arab Saudi tertarik untuk berpartisipasi. Kawasan industri hanya berjarak 200 km dari ibu kota baru yang direncanakan di Indonesia dan pemerintah berharap untuk merelokasi fungsi utamanya pada tahun 2024.

Bapak Widdo memulai perjalanannya ke Asia Timur dengan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada hari Selasa. Setelah bertemu dengan Fumio Kishida pada hari Rabu, dia akan pergi ke Seoul dan disambut oleh Presiden Korea Selatan Yun Suk-yul pada hari Kamis.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Beijing ingin terlibat aktif dalam pembangunan Kawasan Industri Nusantara dan Kalimantan Utara.

Keterlibatan Jepang di ibukota baru menjadi tidak jelas setelah investor teknologi SoftBank Group mengumumkan pada bulan Maret bahwa mereka akan menarik diri dari proyek tersebut. Setelah Widdo mengumumkan rencana untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta pada tahun 2019, Ketua dan CEO Softbank Masayoshi Son ditunjuk sebagai komite pengarah proyek tersebut.

SEE ALSO  Kisah Nyata KKN Desa Penari

Nobuhiko Sasaki, Ketua Japan External Trade Organization, mengatakan peringkat Jepang dalam daftar investor asing Indonesia turun, namun masih berada di lima besar negara. Dia mengungkapkan harapannya bahwa “akan ada banyak situasi di mana pengalaman dan teknologi Jepang dapat digunakan untuk pembangunan modern dan berkelanjutan” di ibu kota baru.