16
Kisah Mukjizat Nabi Yusuf Yang Dijelas Kan Pada Surat Yusuf Ayat 4

Kisah Mukjizat Nabi Yusuf Yang Dijelas Kan Pada Surat Yusuf Ayat 4

Minamidiamondring.com- Ayat ke-4 Surah Yusuf berbicara tentang salah satu mukjizat Nabi Yusuf (AS). Keajaiban adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Nabi Yusuf adalah putra Nabi Jakub, yang silsilahnya terhubung dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Adam AS.

Di bawah ini adalah empat ayat Surah Yusuf, tulisan Arab, Latin dan artinya suara.

Latin: Idz Qaala Yuusufa liabiihi yaaa abati inniii Ra aiytu ahada ‘asyara kaukaban wa syamsya wal qamara Ra aytahum lii saajidiin.

Artinya: Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS. Yusuf: 4)

Tafsir Surat Yusuf Ayat 4
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, para ulama tafsir telah membahas tentang makna mimpi ini.

Dijelaskan dalam tafsir itu, ungkapan sebelas bintang dimaksudkan adalah saudara-saudara Nabi Yusuf yang jumlah keseluruhannya ada sebelas orang.

Jumlah anak Nabi Ya’qub ada dua belas orang termasuk Nabi Yusuf.

Sedangkan yang dimaksud dengan matahari dan bulan adalah ayah dan ibunya.

Hal ini telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ad-Dahhak, Qatadah, Sufyan As-Sauri, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.

Ibnu Katsir berpendapat, mimpi Nabi Yusuf ini baru terealisasi sesudah selang empat puluh tahun kemudian. Ada pendapat lain mengatakan sesudah delapan puluh tahun.

Hal itu terjadi ketika nabi Yusuf mempersilakan kedua orang tuanya untuk menduduki kursi singgasananya, sedangkan semua saudaranya berada di hadapannya.

Hal itu juga dijelaskan juga di ayat selanjutnya di surat Yusuf, yang artinya:

“Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf “Wahai ayahku, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.”(Yusuf: 100).

SEE ALSO  Penjelasan Serta Makna Yang Terkandung Dalam Surat Yusuf Ayat 4

 

Laman Quran.Kemenag.go.id juga menjelaskan soal tafsir ayat Yusuf Ayat 4 tersebut.

Dijelaskan, pada suatu ketika Nabi Yusuf a.s. memberitahukan kepada ayahnya Nabi Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim bahwa ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, semuanya tunduk dan sujud kepadanya.

Tentu saja sujud di sini bukan dengan arti menyembah seperti yang kita kenal, tetapi hanyalah sujud dalam arti kiasan yaitu tunduk dan patuh.

Setelah mendengar cerita itu, Nabi Ya’qub  menyadari bahwa mimpi anaknya bukan mimpi biasa, tetapi merupakan ilham dari Allah sebagaimana kerapkali dialami oleh para nabi.

Ia yakin bahwa anaknya ini akan menghadapi urusan yang sangat penting dan setelah dewasa menjadi pemimpin dimana masyarakat akan tunduk kepadanya, tidak terkecuali saudara-saudaranya dan ibu-bapaknya.

Ia merasa khawatir kalau hal ini diketahui oleh saudara-saudaranya dan tentulah mereka akan merasa iri dan dengki terhadapnya serta berusaha untuk menyingkirkan atau membinasa-kannya.

Apalagi mereka telah merasa bahwa ayah mereka lebih banyak menumpahkan kasih sayangnya kepadanya.

Tergambarlah dalam khayal Nabi Yaq’ub bagaimana nasib anaknya bila mimpi itu diketahui oleh saudara-saudaranya, tentulah mereka dengan segala usaha dan tipu daya akan mencelakakannya.

Itulah tafsir dan makna Surat Yusuf 4 yang berisikan kisah mimpi dan mukjizat Nabi Yusuf.