6
Bharada E Dijerat Pasal 338 KUHP Berikut Isinya!

Bharada E Dijerat Pasal 338 KUHP Berikut Isinya!

Minamidiamondring.com- Hampir sebulan telah berlalu sejak penyelidikan kematian Brigadir J masih berlangsung.

Baru-baru ini, Bareskrim Polri menetapkan Barrada Richard Eliezer atau Barrada E sebagai tersangka pada Rabu (8 Maret 2022).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Bharada E diduga melanggar Pasal 338 terkait pembunuhan dan penyertaan.

“Pasal 338 terkait dengan Pasal 55 dan 56 KUHP. Jadi bukan bela diri,” kata Andy, Rabu (8 Maret 2022) di Mabes Polri, Jakarta.

Gelar perkara dan pemeriksaan saksi
Bharada E, kata Andi, menjadi tersangka atas laporan yang dibuat oleh pihak keluarga Brigadir J terkait dugaan pembunuhan berencana. Penyidik juga menetapkan Bharada E sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara serta pemeriksaan saksi terhadap Bharada E.

Pihaknya memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

“Pemeriksaan atau penyidikan tidak berhenti sampai sini, ini tetap berkembang sebagaimana juga rekan-rekan ketahui bahwa masih ada saksi lagi yang akan kita lakukan pemeriksaan beberapa hari ke depan,” kata Andi.

Lantas, apa itu pasal 338 KUHP, 55 dan 56 KUHP yang menjerat Bharada E?

Isi pasal 338 KUHP
Pasal 338 KUHP mengatur soal tindak pidana pembunuhan berencanya dengan sanksi penjara yang sudah ditetapkan.

“Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, yang diancam dengan maksimum hukuman lima belas tahun penjara,”  bunyi pasal tersebut.

Pasal 338 KUHP ini merupakan bentuk dasar dari tindak pidana kejahatan jiwa dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Unsur yang dianut pasal tersebut yaitu adanya untuk menghilangkan jiwa. Dengan demikian Pasal 338 KUHP ini membatasi berlakunya perbuatan lain yang juga mengakibatkan kematian atau hilangnya jiwa orang lain.

SEE ALSO  Nilai Transfer Lisandro Martinez Ke MU Capai 50 Juta Euro

Berikut unsur-unsur yang dapat ditarik dari pasal 338 KUHP:

Perbuatan itu harus disengaja, dengan kesengajaan itu harus timbul seketika itu juga, ditujukan maksud supaya orang itu mati.
Melenyapkan nyawa orang lain itu harus merupakan yang “positif” walaupun dengan perbuatan yang kecil sekalipun.
Perbuatan itu harus menyebabkan matinya orang, harus ada hubungan kausal di antara perbuatan yang dilakukan itu dengan kematian orang tersebut.

Isi pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP
Berdasarkan keterangan Andi, Bharada E dikenakan Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP atas kasus kematian Brigadi J.

“Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP. Jadi bukan bela diri,” ujarnya

Adapun bunyi Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP tersebut yaitu:

Pasal 55
(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.
(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Laporan keluarga Brigadir J
Sebelumnya, laporan polisi yang dilayangkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J pada Senin (18/7/2022) adalah tentang pembunuhan berencana dengan Pasal 340 junto 338 juncto 351 ayat 3 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Dalam rilis penetapan tersangka Bharada E, Polri belum menjelaskan kronologi peristiwa tewasnya Brigadir J, apakah masih sama dengan rilis sebelumnya atau ada fakta terbaru sehingga penyidik menggunakan Pasal 338 KUHP Jo jo 55 dan 56 KUHP.

SEE ALSO  Bukit Wolo Ngadha Jadi Tempat Berkibarnya Bendera Merah Putih Sepanjang 200 Meter

Kasus tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J telah terjadi di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 lalu.

Saling tembak itu dipicu dugaan pelecehan Brigadir J terhadap istri Irjen Sambo, PC.

Akibat tembak menembak itu, Brigadir J tewas dengan tujuh luka tembak. Sedangkan Bharada E tidak terluka.