16
Dampak, Gejala Serta Cara Pencegahan Cacar Monyet

Dampak, Gejala Serta Cara Pencegahan Cacar Monyet

Minamidiamondring.com-Cacar monyet diyakini telah menyerang Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui situs resminya telah melaporkan kasus suspek monkeypox yang pertama kali terdeteksi di wilayahnya. Apakah cacar monyet berbahaya?
Cacar monyet (monkeypox) adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Seperti namanya, monkeypox termasuk dalam genus yang sama dengan virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Padahal, penyakit itu sudah ditemukan sejak lama. Kasus cacar monyet pertamanya terjadi pada tahun 1958. Saat itu, wabah penyakit mirip cacar ditemukan di koloni monyet. Inilah sebabnya mengapa penyakit ini dikenal sebagai monkeypox atau cacar monyet.

Walau begitu, kasus cacar monyet yang menginfeksi manusia pertama kali tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak saat itulah, kasus cacar monyet menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat. Kini, cacar monyet sudah resmi masuk ke Indonesia.

Cara Penularan Cacar Monyet
Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi virus.

Virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.

Cacar monyet juga bisa ditularkan dari manusia ke manusia lain melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan.

Gejala dan Tanda Cacar Monyet
Pada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

SEE ALSO  Apakah Ancaman Cacar Monyet Bakal Jadi Pandemi?

Masa inkubasi cacar monyet bervariasi antara 6 sampai 13 hari atau 5 hingga 21 hari. Seperti cacar air, cacar monyet tidak memerlukan penanganan medis dan akan sembuh dengan sendirinya.

Melansir laman Kementerian Kesehatan, berikut gejala dan tanda cacar monyet.

1. Sakit kepala
2. Demam akut dengan suhu tubuh lebih dari 38,5oC
3. Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
4. Nyeri otot atau Myalgia
5. Sakit punggung
6. Asthenia (kelemahan tubuh)
7. Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)
8. Ruam

Apakah Cacar Monyet Berbahaya Bagi Anak?
Berdasarkan kasus yang ditemukan di Kongo, gejala cacar monyet akan lebih berbahaya pada anak di bawah usia 8 tahun.

Namun lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, Center for Disease Control and Prevention (CDC), belum bisa menyatakan apakah cacar monyet lebih rentan menyerang anak atau tidak.

Mengenai gejala, belum juga ditemukan perbedaan antara penderita anak sekolah dengan dewasa. Namun kelompok anak di bawah usia 8 tahun disebutkan memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan orang dewasa.

Apabila anak pada kelompok usia ini menderita cacar monyet, disarankan untuk langsung mendapat perawatan medis.

Pencegahan Cacar Monyet
Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah virus cacar monyet, yaitu:

1. Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus
2. Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
3. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi
4. Rajin mencuci tangan dengan baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi
5. Mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
6. Memasak daging dengan benar dan matang

SEE ALSO  Nasib Buruk Barcelona Yang Dipermalukan