18
Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Mengenai Keutamaan Puasa Asyura

Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Mengenai Keutamaan Puasa Asyura

Minamidiamondring.com- Ada keutamaan besar dalam puasa Muharram atau puasa Asyura. Selain keutamaan puasa Muharram dan Asyura, ada hikmah lain yang perlu diketahui.

Berdasarkan penanggalan atau penanggalan Masehi, puasa Ashra 10 Muharram 1444 Hijriyah bertepatan dengan hari Senin tanggal 8 Agustus 2022.

Kata Ustadz Adi Hidayat, Asyura berasal dari kata asyrah, yang artinya ke-10. Puasa Asyura ditunaikan pada hari ke-10 Bulan Muharam.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, puasa Asyura dilaksanakan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada Nabi Musa AS dan pengikut beliau saat diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran dan kekejaman Firaun.

“Ketika Nabi SAW bertanya, mereka menjawab, untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada Musa dan kaumnya dari kejaran Firaun. Nabi SAW lantas merespons, ‘Sungguh aku yang lebih berhak untuk melestarikan dan menyempurnakan syariat Nabi Musa AS, dibandingkan dengan kalian’,” tutur Ustadz Adi Hidayat, Sabtu (6/8/2022).

Tak hanya saat itu, Nabi SAW juga mencontohkan puasa tersebut rutin dilakukan di tahun-tahun berikutnya yang dikenal dengan puasa Asyura bertepatan 10 Muharam. Hadist ini diriwayatkan Imam Al-Bukhari.

“Hadist ini setidaknya mengonfirmasi tiga hal yang menjadi keistimewaan serta dapat kita raih hikmahnya, serta dapat melestarikan hukum yang ada di dalamnya, pertama saya lebih berhak melestarikan syariat Nabi Musa, hal ini menunjukkan syariat yang dibawa nabi mulai dari nabi Adam bersumber dari Tuhan yang sama,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Syariat itu menimbulkan ketundukan dan kepatuhan dan menciptakan kedamaian yang disebut Islam. Maka dari itu sejak Nabi Adam As hingga nabi Muhammad SAW membawa risalah yang sama yaitu syariat Allah SWT.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan keistimewaan puasa Asyura adalah bisa mengugurkan dosa setahun yang lalu.

SEE ALSO  Polisi Swiss Sudah Susuri 29 KM Sungai Aare, Jasad Eril Anak Ridwan Kamil Masih Misterius

“Para ulama berpendapat, dosa yang dimaksudkan adalah dosa-dosa kecil bukan dosa-dosa besar yang mengharuskan umat muslim bertaubat sungguh-sungguh,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Syariat itu menimbulkan ketundukan dan kepatuhan dan menciptakan kedamaian yang disebut Islam. Maka dari itu sejak Nabi Adam As hingga nabi Muhammad SAW membawa risalah yang sama yaitu syariat Allah SWT.