2
Delegasi Perdagangan Ke Papua Nugini Setelah Pertemuan Jokowi-James Marape

Delegasi Perdagangan Ke Papua Nugini Setelah Pertemuan Jokowi-James Marape

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape hari ini di Istana Bogor di Jawa Barat pada 31 Maret. Usai pertemuan bilateral, ia mengumumkan tugas banyak menteri dengan delegasi Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

“Untuk menjalankan misi perdagangan dan investasi di PNG (Papua Nugini) dalam waktu dekat,” kata presiden dalam konferensi pers dengan James, Kamis, 30 Maret.

Tugas ini diberikan setelah dimulainya studi kelayakan untuk menetapkan perjanjian perdagangan preferensial antara Indonesia dan Papua Nugini.

Menurut Jokowi, perjanjian investasi bilateral sangat diperlukan “untuk mempromosikan investor dan memberikan keamanan” di kedua negara.

Di hadapan James, para pemimpin negara juga akan membuka kembali perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang ditutup karena pandemi COVID-19 untuk memulihkan perdagangan lintas batas dan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Pembukaan kembali perbatasan diawali dengan peningkatan aktivitas ekonomi kedua negara, bahkan di masa pandemi yang berkepanjangan. Indonesia menyambut baik peningkatan perdagangan kedua negara pada tahun 2021 dan menambahkan peningkatan sebesar 87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Jokowi, angka ini lebih tinggi dari nilai perdagangan sebelum pandemi. “Ini menunjukkan harapan dan optimisme pemulihan ekonomi pascapandemi, dan saya kira masih banyak peluang untuk perbaikan,” katanya.

 

Tugas ini diberikan setelah dimulainya studi kelayakan untuk menetapkan perjanjian perdagangan preferensial antara Indonesia dan Papua Nugini.

Menurut Jokowi, perjanjian investasi bilateral sangat diperlukan “untuk mempromosikan investor dan memberikan keamanan” di kedua negara.

Di hadapan James, para pemimpin negara juga akan membuka kembali perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang ditutup karena pandemi COVID-19 untuk memulihkan perdagangan lintas batas dan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

SEE ALSO  Penampilan Tim Garuda Dipuji Dzenan Randocic, Laga Indonesia Vs Aljazair

Pembukaan kembali perbatasan diawali dengan peningkatan aktivitas ekonomi kedua negara, bahkan di masa pandemi yang berkepanjangan. Indonesia menyambut baik peningkatan perdagangan kedua negara pada tahun 2021 dan menambahkan peningkatan sebesar 87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Jokowi, angka ini lebih tinggi dari nilai perdagangan sebelum pandemi. “Ini menunjukkan harapan dan optimisme pemulihan ekonomi pascapandemi, dan saya kira masih banyak peluang untuk perbaikan,” katanya.