4
Kegiatan Sosial Ekonomi Diperkirakan Meningkat Selama Ramadhan Dan Idul Fitri

Kegiatan Sosial Ekonomi Diperkirakan Meningkat Selama Ramadhan Dan Idul Fitri

Menteri Perbendaharaan Sri Muryani Indrawati memiliki keyakinan cerah bahwa aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat meningkat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2022, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. ..

“Peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial merupakan perkembangan yang positif, dan kami berharap hal ini dapat dipertahankan antara Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Indrawati, Kamis di Forum Hukum PPATK ke-3 di sini.

Sejauh ini, Menkeu menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat telah membaik sesuai dengan kemampuan pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Pemerintah juga berupaya untuk memastikan pandemi masuk ke tahap endemik, dengan harapan masyarakat lebih leluasa melakukan mobilisasi dibandingkan saat pandemi.

Namun, Menkeu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan setiap saat untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19.

Ia menegaskan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan akan melindungi Indonesia dari lonjakan kasus COVID-19 yang dapat mengganggu proses pemulihan ekonomi.

Menurut unggahan Instagram pribadinya di @smindrawati pada 30 Maret lalu, Menkeu menegaskan bahwa kemampuan Indonesia dalam mengelola pandemi COVID-19 terbukti dari Google Mobility Index yang menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat.

Hal ini terkait dengan pelonggaran kebijakan pemerintah untuk mengatasi penurunan kasus COVID-19, baik kasus harian maupun kematian.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga berada pada level optimis mencapai 113 sehingga mendorong aktivitas konsumsi masyarakat. Indeks penjualan eceran juga terus meningkat signifikan mencapai 14,5%.

Di sisi lain, mengenai pertumbuhan konsumsi listrik, baik industri maupun perusahaan mencapai pertumbuhan yang relatif stabil, pabrik dan berbagai bisnis kembali beroperasi.

Indeks Awal Kegiatan Penanaman Modal (PMTB) juga menunjukkan bahwa aktivitas investasi tetap terjaga pada triwulan I 2022.

Selain itu, neraca perdagangan Februari 2022 mencatat surplus hingga US$3,83 miliar, dengan ekspor naik 34,14% dan impor naik 25,43%. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas dan permintaan terus meningkat.

SEE ALSO  RI Memastikan Ekonomi Digital Memberikan Keuntungan Yang Adil Melalui G20

Data di atas menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Indonesia dari sisi permintaan agregat, konsumsi, investasi, dan ekspor telah mengalami pemulihan yang lebih baik, serta produksi, manufaktur, dan perdagangan juga mengalami pertumbuhan yang kuat.

“Mengingat kita memasuki bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri, menjaga kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia selanjutnya tentu yang kita inginkan,” tutupnya. ..