47
Tidak Ada Pemecatan Ungkap Sekretaris Eksekutif DMI

Tidak Ada Pemecatan Ungkap Sekretaris Eksekutif DMI

Imam Addaruqutni, Sekretaris Eksekutif Dewan Masjid Indonesia (DMI), mengatakan rumor pemecatan salah satu pengurus DMI, Arief Rosyid, tidak benar.

Arief Rosyid dikabarkan dipecat karena mengutak-atik surat tersebut.

Imam Adalktuni mengatakan DMI hanya memiliki rotasi reguler Aliev Rossid karena jadwalnya yang padat.

“Kami hanya melakukan rotasi biasa karena kesibukan Saudara Arief Rosyid. Jadi Arief tetap menjadi pengurus DMI sebagai anggota bidang Ekonomi,” ujar Imam di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

Menurut Imam, DMI menugaskan Arief untuk fokus dalam menjadikan masjid sebagai pusat kebangkitan ekonomi umat.

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) memecat Muhammad Arief Rosyid Hasan dari kepengurusan DMI.

Arief Rosyid dipecat karena memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI, M Jusuf Kalla (JK) dan Sekjen DMI H Imam Addaruqutni.

Pemecatan diputuskan dalam rapat pleno Pimpinan Pusat DMI yang dihadiri JK, Wakil Ketua Umum DMI Komjen (Purn) Syafruddin, dan Imam Addaruqutni.

Rapat berlangsung, Jumat (1/4/2022) pagi di kantor Pimpinan Pusat DMI, Jakarta.

“Pak Ketum yang memutuskan (pemecatan) dalam rapat,” ujar Imam Addaruqutni dalam siaran pers, Jumat sore.

“Karena telah melanggar peraturan organisasi DMI dengan memalsukan tanda tangan Ketua Umum dan Sekjen PP DMI serta stempel DMI dengan mengirim surat ke Wakil Presiden RI tanpa ijin dari Ketua Umum dan Sekjen PP DMI,” katanya.

Tanda tangan yang dipalsukan Arief Rosyid digunakan pada surat undangan kepada Wapres RI, Maruf Amin untuk menghadiri acara Kick Off Festival Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (4/4/2022).

Surat itu bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022.

Berdasarkan salinan surat yang diterima, tampak nama, tanda tangan JK beserta Imam Addaruqutni, dan stempel yang dipalsukan seperti hasil scan yang dipindahkan di dokumen lain.

SEE ALSO  Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi 10A

Saat pemalsuan ini terjadi, Arief Rosyid menjabat Ketua Departemen Ekonomi DMI.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Festival Ramadhan merupakan program kolaborasi antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Indonesia (BI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Masjid Istiqlal.

Padahal, kata Imam Addaruqutni, DMI tidak ikut serta dalam kegiatan Festival Ramadhan sebagaimana yang dimaksudkan dalam surat yang dipalsukan Arief Rosyid.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa rencana Festival Ramadhan dan sekaligus Peresmian Badan Usaha Milik Masjid merupakan kelanjutan dari bagian Program EMAS (Ekonomi Masjid) di ISEF 2021.

Dipecat dari DMI, lalu dicopot dari jabatan Ketua Departemen Ekonomi DMI, Arief Rosyid kini digantikan oleh mantan Direktur Utama BRI, Asmawi Syam.

“Segala tindakan yang dilakukan oleh Arif Rosyid tidak boleh menggunakan atau membawa nama PP DMI lagi,” kata Imam Addaruqutni.

Arief Rosyid pada saat ini menjabat Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia atau BSI sekaligus mantan Ketua Umum PB HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).

Dia juga menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah.

Terkait dengan pemecatan dirinya, hingga berita ini dilansir, Tribun-Timur.com masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari Arief Rosyid Hasan.