36
Ratusan Ornag Pernah Meninggal Akibat Gempa Yang Dipicu Segmen Sianok

Ratusan Ornag Pernah Meninggal Akibat Gempa Yang Dipicu Segmen Sianok

Gempa berkekuatan 4,5 SR melanda kota Bukittinggi di Sumatera Barat pada Senin (4/4) dini hari. Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut disebabkan oleh segmen Sianok yang pernah menyebabkan gempa besar yang menewaskan ratusan orang.

“Catatan sejarah menunjukkan bahwa segmen Sianok menyebabkan gempa besar sekitar 7,0 pada 28 Juni 1926, menewaskan sedikitnya 354 orang,” kata Daryono, koordinator mitigasi gempa dan tsunami BMKG, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin. Dikatakan dalam.

Daryono menjelaskan gempa tektonik di Bukittinggi terjadi pada 01.14WIB dengan parameter magnitudo (M) 4,5. Pusat gempa berada di lintang 0,20 derajat selatan dan bujur 100,34 derajat timur, 12 kilometer barat laut Bukittinggi dan kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter, mekanisme sumber dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatera Segmen Sianok,” kata dia.

Guncangan gempa ini dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI (Modifies Mercalli Intensity) di Bukittinggi, Payakumbuh dan Agam. Menurut laporan saking kuatnya guncangan gempa ini mampu membangunkan beberapa warga yang sedang tidur.

Gempa juga dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Padang Panjang dan Tanah Datar. Sementara di Pasaman, Solok dan Pariaman guncangan dirasakan dalam skala intensitas II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena sumbernya di daratan.

Daryono mengatakan selain gempa mengguncang Bukittinggi Sumatra Barat pagi dini hari tadi, beberapa aktivitas gempa juga terjadi di (1) Gempa Banda Pertama magnitudo 2,8 dirasakan III MMI pukul 07.58.43 WIT, (2) Gempa Banda Kedua magnitudo 3,3 dirasakan III-IV MMI pukul 08.12.38 WIT (3) Gempa Mamasa Sulawesi Barat magnitudo 3,6 dirasakan II MMI pukul 11.37.11 Wita.

SEE ALSO  Gempa Terkini! Wilayah Pacitan Jadi Pusat Gempa M 5,3

Sebabkan Tsunami di Danau Singkarak
Sebelumnya, gempa dengan kekuatan magnitudo 7,6 dilaporkan terjadi di sekitar Danau Singkarak, Bukit Tinggi, Danau Maninjau, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Sawah Lunto, dan Alahan Panjang pada 26 Juni 1926. Sekitar 354 orang meninggal dunia dalam peristiwa yang dikenal dengan Gempa Padang Panjang ini.

Ketika itu korban banyak berjatuhan di Kota Padang Panjang. Bangunan runtuh, bahkan rel kereta api pun rusak diguncang gempa.

Di Kabupaten Agam yakni Bukit Tinggi-Bonjol, tercatat 472 rumah roboh di 25 lokasi, 57 orang tewas, dan 16 orang luka berat. Di Padang Panjang, sebanyak 2.383 rumah roboh dan 247 orang tewas.

“Ribuan rumah runtuh dan terjadi rekahan tanah di daerah Padang Panjang, Kubu Kerambil dan Simabur,” kata Fungsional Ahli BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang

Ancaman dari Perairan Sempit
Dari dahsyatnya gempa ini, kata Tri Ubaya, tidak banyak yang tahu bahwa peristiwa itu menyebabkan tsunami di Danau Singkarak.

Dalam surat kabar Harian Soeara Kota Gedang 7 Juli 1926 tertulis, air danau tumpah membanjiri wilayah sekitar danau dan menimbulkan korban jiwa. Tidak diketahui berapa ketinggian maksimum dan luasan wilayah terdampak yang disebabkan oleh gelombang tsunami ini. Sebab ketika itu ilmu kegempaan dan tsunami belum sehebat sekarang.

“Tsunami yang terjadi di Danau Singkarak ini membuka wawasan kita, bahwa ancaman tsunami tidak saja berasal dari perairan luas seperti lautan, namun bisa juga berasal dari perairan sempit,” kata Tri Ubaya.