53
Muslim Indonesia Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara Karena "Mendukung Terorisme"

Muslim Indonesia Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara Karena “Mendukung Terorisme”

Pengadilan Indonesia menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada seorang anggota senior dari kelompok militan Islam ilegal pada hari Rabu karena “memberikan bantuan kepada para pelaku terorisme.”

Terdakwa Munarman, mantan juru bicara Almarhum Front Pembela Islam (FPI), tidak memberi tahu pihak berwenang bahwa dia tahu tentang kasus kesetiaan pada kelompok radikal pada tahun 2014 dan 2015 di Negara Islam. Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan.

“Terdakwa tidak melaporkan ke polisi bahwa ada janji dan konvoi untuk menyatakan dukungan untuk ISIS,” kata hakim Mahkamah Agung menggunakan akronim lain untuk Negara Islam.

“Terdakwa tidak berhenti bahkan menegaskan akan menghadiri acara tersebut….terdakwa terbukti membantu para pelaku terorisme.”

Ketika mengirim Munarman ke penjara, hakim mengatakan jaksa tidak membuktikan klaim mereka bahwa dia telah berpartisipasi dalam janji ISIS.

Menurut pengadilan, peristiwa itu terjadi pada Juli 2014 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dekat Jakarta dan pada Januari 2015 di markas FPI di Makassar, Sulawesi, dengan menyamar sebagai sesi studi agama.

Jaksa menuntut delapan tahun penjara dari Munalman, mantan pengacara hak asasi manusia yang pernah memimpin yayasan bantuan hukum utama negara itu. Mereka dan kuasa hukum Munarman, Achmad Michdan, akan menentang putusan tersebut.

“Kami mengajukan banding atas keputusan tersebut,” kata Mikudan kepada wartawan.

Munarman, panggilan akrab satu nama, tidak berkomentar terkait putusan tersebut. Dia telah dipenjara sejak Mei 2021.

Terdakwa sebelumnya telah melanggar hukum. Munarman dipenjara selama 18 bulan selama rapat umum di Jakarta pada tahun 2008 karena menyerang anggota kelompok yang disebut Aliansi Nasional untuk Kebebasan Beragama.

600 penjaga

Di luar gedung pengadilan, polisi memasang kawat berduri di jalan untuk mengantisipasi keputusan tersebut. Selain itu, Kapolres Jakarta Timur Budi Saltno mengatakan 600 penjaga disiagakan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa pendukung Munalman.

SEE ALSO  Bantuan Tunai Terutama Untuk Masyarakat Miskin Untuk Membeli Minyak Goreng: KSP

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di pengadilan bulan lalu, Munalman meledakkan apa yang disebut persidangan pertunjukan dan para pejabat mengatakan dia menentang pelanggaran atas pembunuhan enam anggota FPI oleh polisi pada tahun 2020. Mengatakan dia ingin memenjarakan.

“Kasus ini dibuat untuk menyembunyikan pembunuhan di luar proses hukum. [Mereka] datang dengan tuduhan palsu bahwa FPI sebenarnya mendukung ISIS,” kata Munarman saat itu.

Anggota FPI yang terbunuh itu sedang melakukan perjalanan dengan konvoi dengan pemimpin kelompok Muhammad Rizieq Shihab.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Korea mengatakan penyelidikan mengungkapkan bahwa polisi telah bertindak secara ilegal dengan membunuh setidaknya empat dari enam pria.

Dua petugas polisi diadili dan dibebaskan karena hakim memutuskan bahwa dia telah bertindak untuk membela diri.

Rizieq dijatuhi hukuman empat tahun penjara tahun lalu karena menahan hasil positif COVID-19, meskipun ada permintaan informasi dari pemerintah setelah mengadakan rapat umum.

Sebelumnya, Rizieq dan lima rekannya divonis delapan bulan penjara karena melanggar pembatasan virus corona dengan menggelar acara yang menarik ribuan orang.

Pemerintah Indonesia secara resmi melarang FPI pada Desember 2020 setelah menuduh kelompok tersebut melanggar hukum dan mengganggu perdamaian dan keamanan. Selain itu, 35 anggota dan mantan anggota dihukum karena terorisme.

Keputusan pelarangan organisasi ini dilakukan bersama oleh DPR RI, Menteri Hukum dan Komunikasi, Kapolri dan Antiterorisme, dan Kejaksaan Agung.