58
13 Warga Didakwa Dengan Penyeberangan Perbatasan Ilegal

13 Warga Didakwa Dengan Penyeberangan Perbatasan Ilegal

Polisi Kepulauan Solomon (RSIPF) dari Departemen Kepolisian Gizo dan Noro di Provinsi Barat telah mendakwa 13 dari 17 terdakwa yang melakukan perjalanan ke Buin melintasi perbatasan antara Papua Nugini (PNG) dan Kepulauan Solomon (SI) bulan lalu. ..

Mereka adalah salah satu pembatasan pergerakan kapal kecil, bertentangan dengan Pasal 4 (b) dan (c) Otoritas Darurat (COVID-19) (Pembatasan Pergerakan Kapal Kecil) (Kepulauan Solomon dan Papua Nugini) Perbatasan dibebankan dengan satu hitungan) Perintah 2020, Otoritas Darurat (COVID-19) (No. 3) Harus dibaca dalam Aturan 17 (1), (a) (i) dan (3) Aturan 2021.

Komandan Polisi Negara (PPC) Komisaris Negara Bagian Barat Mathias Lenialu mengatakan 13 terdakwa dibebaskan dengan jaminan yang ketat sambil menunggu untuk muncul di pengadilan pada 18 April 2022. ..

Asisten Komisaris Renial mengatakan masyarakat harus bertanggung jawab dan memiliki dengan mengubah sikap.

“Kami tidak dalam masa damai. Jika kami memutuskan untuk mengabaikan peraturan, kami akan menghadapi konsekuensinya.”

 

Kronologi

Putu menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (1/5/2020), sekitar pukul 10.00 WIB, petugas gabungan dari Polres Tanjung Balai dan Pol Airud Polda Sumatera Utara melakukan patroli di perairan Asahan.
Setengah jam kemudian, petugas melihat belasan orang berkumpul di pinggir hutan bakau dengan membawa banyak barang.

Setelah itu, petugas membawa para TKI tersebut ke Kota Tanjung Balai dan mengamankan mereka di dermaga Sat Pol Air Polres Tanjung Balai.

Tak lupa, petugas juga menyemprot belasan TKI tersebut dengan cairan disinfektan dan barang bawaan diperiksa.

Tak makan dua hari

Saat dimintai keterangan, para TKI tersebut mengaku sudah tak makan selama dua hari di hutan bakau.

Melihat itu, petugas lalu menyediakan makanan bagi para TKI tersebut.

SEE ALSO  Pilih Wulan Guritno Sebagai Pacar, Begini Alasan Sabda Ahessa

“Para TKI ini diberikan makan karena sudah 2 hari 2 malam di tengah laut dan tidak makan,” katanya.

Sementara itu, tim berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tanjung Balai terkait penjemputan TKI illegal ini. Para TKI ini berasal dari Asahan dan Tanjung Balai.

“Dari hasi pemeriksaan kesehatan, 13 TKI negatif terindikasi Covid-19 dan akan dipulangkan kepada pemdanya masing-masing atau kepada keluarganya,” ujar Putu.

Ditipu tekong kapal 
Dilansir dari Tribunnews, para TKI ilegal itu mengaku sudah membayarkan sejumlah uang kepada tekong kapal agar bisa menyebrang dari Malaysia. Namun, justru hanya ditelantarkan di hutan bakau.

Salah satunya Mariana (54) yang mengaku meninggalkan Malaysia dan memilih pulang ke kampung halamannya di Asahan, lantaran tidak lagi bekerja sejak negeri jiran tersebut memberlakukan lockdown.

“Sudah dua hari diturunkan kapal tekong di sana. Pas di sana katanya ada kapal lagi yang mau jemput kami, makanya kami mau diturunkan di sana. Ada tiga kali kami dioper ke kapal lain di tengah laut, sejak dari Malaysia,” ungkap Mariana.