4
Jokowi Ingin Bagi BLT Minyak Goreng Sebelum Lebaran

Jokowi Ingin Bagi BLT Minyak Goreng Sebelum Lebaran

Presiden Joko Widodo hari ini membagikan bantuan tunai langsung minyak goreng kepada para pedagang di Pasar Anso Duo Jambi. Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk menyalurkan seluruh bantuan tunai (disingkat BLT) sebelum hari raya Idul Fitri bulan depan.

“Kita berharap BLT minyak goreng bisa cepat didistribusikan tidak hanya di sini, tapi ke seluruh kampung halaman. Saya minta agar bisa didistribusikan seminggu sebelum Lebaran, sebelum Lebaran,” katanya Dikutip pada Kamis, 7 April. Dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Jokowi berharap bantuan tunai Rp 300.000 dapat membantu meringankan beban masyarakat kelas bawah, terutama karena harga bahan pokok lainnya terus naik, menyusul minyak goreng.

“Saya berharap ini bisa mensubsidi masyarakat, terutama para pedagang kaki lima yang menjual gorengan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menyalurkan bantuan modal kerja (BMK) sebesar Rp 1,2 juta. Presiden meminta kepada penerima uang untuk digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Program bantuan tunai minyak goreng merupakan kebijakan terbaru pemerintah dalam menghadapi lonjakan dan kelangkaan produk. Meski bermanfaat bagi sebagian orang, kebijakan ini menuai beberapa kritik.

Pemerintah dianggap tidak terkendali dalam harga pasar — ​​kalah dari apa yang disebut mafia minyak goreng. Ada pula yang mengatakan BLT menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi cenderung mengambil kebijakan yang cepat dan tidak kreatif.

Presiden Joko Widodo hari ini membagikan bantuan tunai langsung minyak goreng kepada para pedagang di Pasar Anso Duo Jambi. Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk menyalurkan seluruh bantuan tunai (disingkat BLT) sebelum hari raya Idul Fitri bulan depan.

“Kita berharap BLT minyak goreng bisa cepat didistribusikan tidak hanya di sini, tapi ke seluruh kampung halaman. Saya minta agar bisa didistribusikan seminggu sebelum Lebaran, sebelum Lebaran,” katanya Dikutip pada Kamis, 7 April. Dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

SEE ALSO  Masyarakat Indonesia Mendesak Pemerintah Karena Harga Minyak Goreng Naik

Jokowi berharap bantuan tunai Rp 300.000 dapat membantu meringankan beban masyarakat kelas bawah, terutama karena harga bahan pokok lainnya terus naik, menyusul minyak goreng.

“Saya berharap ini bisa mensubsidi masyarakat, terutama para pedagang kaki lima yang menjual gorengan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menyalurkan bantuan modal kerja (BMK) sebesar Rp 1,2 juta. Presiden meminta kepada penerima uang untuk digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Program bantuan tunai minyak goreng merupakan kebijakan terbaru pemerintah dalam menghadapi lonjakan dan kelangkaan produk. Meski bermanfaat bagi sebagian orang, kebijakan ini menuai beberapa kritik.

Pemerintah dianggap tidak terkendali dalam harga pasar — ​​kalah dari apa yang disebut mafia minyak goreng. Ada pula yang mengatakan BLT menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi cenderung mengambil kebijakan yang cepat dan tidak kreatif.