54
Sejarah Buruk AS Roma Yang Terulang

Sejarah Buruk AS Roma Yang Terulang

Simak tiga pemain AS Roma yang membuat Jaro Rossi gagal mengalahkan Bodegrimt di perempat final UEFA Conference League karena performa yang buruk.

Sebagai tamu, saya sangat termotivasi oleh Jaro Rossi di Stadion Aspmira, markas Bodø / Grimt.

Pasalnya, AS Roma pernah punya sejarah buruk dibantai Bodø Grimt 6-1 di babak penyisihan grup UEFA Conference League musim ini.

Tak heran, sejak awal babak pertama, AS Roma seolah langsung mendorong gol pembuka untuk menemukannya.

Meski sempat sulit membongkar pertahanan lawan, namun di menit-menit akhir pertandingan babak pertama gawang Bodo/Glimt akhirnya jebol oleh gol Pellegrini.

Berawal dari umpan lambung yang diarahkan pada pemain asal Italia itu, dengan mudahnya Pellegrini mengelabui bek Bodo/Glimt sebelum menceploskan bola ke jala Haikin.

Gol 1-0 membuat AS Roma memimpin dan sekaligus menjadi penutup momen di babak pertama.

Sempat berada di atas angin usai unggul tipis, namun petaka datang buat AS Roma sepanjang babak kedua.

Tak tanggung-tanggung, Bodo/Glimt langsung menyamakan kedudukan di menit ke-56 melalui sepakan keras Brice Wembangomo.

Satu menit jelang bubaran, AS Roma dapat mimpi buruk setelah Hugo Veslelen cetak gol kedua sekaligus membawa Bodo/Glimt berbalik unggul 1-2 di pertandingan ini.

Sepanjang 90 menit, permainan anak asuh Jose Mourinho sejatinya cukup baik, namun ada beberapa bintang yang kurang tampil impresif dan jadi biang kegagalan AS Roma amankan kemenangan.

Rui Patricio
Nama pertama adalah Rui Patricio. Penjaga gawang asal Portugal ini tampil lumayan oke sepanjang pertandingan dengan mampu menggagalkan sejumlah peluang berbahaya tim lawan.

Tercatat, selama merumput di lapangan pada pertandingan semalam, Rui Patricio berhasil mengamankan 4 tembakan mengarah ke gawang yang dilepaskan Bodo/Glimt.

SEE ALSO  Kumpulan Link Twibbon Hari Kelahiran Soekarno Sang Pendiri Bangsa

Meski punya statistik lumayan baik, namun Rui Patricio memiliki sejumlah rapor merah yang membuatnya layak jadi biang keladi kegagalan AS Roma raih kemenangan.

Salah satunya adalah blunder saat Rui Patricio coba mengamankan tembakan Brice Wembangomo di awal babak kedua yang berujung gol penyama kedudukan buat Bodo/Glimt.

Andai dirinya sukses menangkap sepakan spekulasi jarak jauh tersebut, AS Roma kemungkinan besar bisa terhindar dari kekalahan.

Tammy Abraham
Berikutnya adalah Tammy Abraham. Sama seperti Rui Patricio, penyerang asal Inggris tersebut juga tampil lumayan saat mengurung pertahanan Bodo/Glimt.

Namun Tammy Abraham beberapa kali kerap melakukan kesalahan, terutama dalam menyelesaikan peluang emas di depan gawang lawan.

Salah satu peluang emas yang disisa-siakam Tammy Abraham adalah saat dirinya hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Bodo/Glimt di babak pertama.

Namun sayang, sepakan Tammy Abraham masih sangat lemah dan hanya membentur kaki kiper Bodo/Glimt.

Andai sepakan tersebut bisa berbuah gol, AS Roma mungkin bisa lebih santai bermain di babak kedua dan mampu mengamankan satu tiket ke babak selanjutnya.

 

Matías Vina
Terakhir adalah Matías Vina. Meski baru bermain di babak kedua pada menit ke-65’, namun Matías Vina bisa dianggap sebagai salah satu penyebab AS Roma telan kekalahan.

Matías Vina masuk di babak kedua menggantikan bek muda, Nicola Zalewski, yang sepanjang awal laga sempat kesulitan menghentikan serangan Hugo Vetlesen dan Gilbert Koomson.

Apes bagi Matías Vina, dipercaya untuk memperkokoh lini pertahanan AS Roma, dirinya malah jadi biang terciptanya gol kedua Bodo/Glimt.

Berawal dari sepakan bebas di sisi kiri pertahanan AS Roma, Matías Vina yang bertugas mengawal pemain depan Bodo/Glimt malah berhasil ditarik Ulrik Saltnes.

SEE ALSO  AFF Futsal 2022 Klasemen Sementara

Imbasnya, Hugo Vetlesen jadi bisa berdiri bebas dan dengan mudah menyambar bola sepakan Amahl Pellegrino menjadi gol kedua.

Dengan hasil ini, Bodo/Glimt yang berhasil amankan kemenangan di leg pertama berhasil melangkahkan satu kakinya ke babak semifinal UEFA Conference League.

Meski begitu, AS Roma tetap punya peluang membalikan keadaan dengan syarat di leg kedua yang berlangsung di Stadio Olimpico nanti mereka mampu meraih kemenangan dengan keunggulan satu gol.