18
Kegagalan PSG Di Champions, Tidak Bisa Dilupakan Hakimi

Kegagalan PSG Di Champions, Tidak Bisa Dilupakan Hakimi

Sudah lebih dari sebulan sejak Paris Saint-Germain tersingkir dari Liga Champions. Bek kanan PSG Achraf Hakimi mengaku tak bisa melupakan hasil buruk tersebut.
PSG gagal mencapai tujuan gelar setelah kedatangan banyak pemain top, termasuk Hakimi dan Lionel Messi, musim panas lalu, terutama setelah dipromosikan sebagai favorit utama. Les Parisiens mencapai babak 16 besar setelah kalah dari Real Madrid 2-3.

Adapun hal yang lebih buruk adalah PSG tereliminasi secara mengecewakan. Setelah menang 1-0 di leg pertama, PSG sempat di atas angin usai memimpin 1-0 atas Madrid di babak pertama leg kedua.

Akan tetapi, pada prosesnya PSG tak sanggup membendung sepak terjang Karim Benzema. Penyerang top Prancis itu mencetak hat-trick dalam 17 menit untuk membalikkan kedudukan sekaligus meloloskan El Real.

Liga Champions 2021/2022 telah memasuki babak semifinal dengan menghadirkan duel antara Madrid vs Manchester City dan Liverpool melawan Villarreal. Hakimi mengaku tak percaya dengan kegagalan PSG.

“Ini bukan musim yang mudah karena target kami adalah maju sejauh mungkin dan mencoba memenangi Liga Champions, dan kami tersingkir dengan cara yang sudah kita ketahui,” sahut Hakimi kepada Telefoot.

“Yeah, sejujurnya masih sulit untuk dicerna. Bahkan dalam beberapa hari terakhir ketika anda menyaksikan pertandingan Liga Champions, anda sadar bahwa kami tidak ada di dalamnya. Kami punya kualitasnya, kami tadinya tidak jauh dari lolos ke babak berikutnya.”

“Hal yang sebenarnya adalah aku tidak memahaminya. Bahkan sampai hari ini ketika aku memikirkannya, aku tidak paham bagaimana kami bisa tersingkir seperti itu,” Hakimi mengomentari kegagalan PSG.

“Ini bukan musim yang mudah karena target kami adalah maju sejauh mungkin dan mencoba memenangi Liga Champions, dan kami tersingkir dengan cara yang sudah kita ketahui,” sahut Hakimi kepada Telefoot.

SEE ALSO  Kekasih Baru Lamar Adinda Azani

“Yeah, sejujurnya masih sulit untuk dicerna. Bahkan dalam beberapa hari terakhir ketika anda menyaksikan pertandingan Liga Champions, anda sadar bahwa kami tidak ada di dalamnya. Kami punya kualitasnya, kami tadinya tidak jauh dari lolos ke babak berikutnya nanti.”