19
Mendag Beri Tanggapan Terkait Penangkapan Kasus Izin Ekspor

Mendag Beri Tanggapan Terkait Penangkapan Kasus Izin Ekspor

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi akan terus mendukung proses hukum yang dilakukan oleh Kantor Sekretariat Kehakiman terkait klaim kepuasan atau suap ketika Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan izin untuk menerbitkan ekspor minyak nabati. Ditekankan.

Pernyataan itu ditegaskan Mendag setelah Menteri Perdagangan Indrasari Wisnu Wardana menetapkan posisinya sebagai tersangka.

“Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum yang tengah berjalan saat ini. Kementerian Perdagangan juga siap untuk selalu memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum,” kata Mendag Lutfi kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Dalam menjalankan fungsinya, Mendag selalu menekankan jajarannya agar pelayanan perizinan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan transparan.

Untuk itu Mendag Lutfi mendukung proses hukum jika terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang.

“Saya telah menginstruksikan jajaran Kemendag untuk membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung karena tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat,” pungkas Mendag.

Pantauan di lokasi, selepas meninggalkan kantor Kejaksaan di Jakarta Selatan pada Selasa (19/4/2022), IWW mengenakan kemeja batik yang dibalut rompi tahanan Kejagung berwarna merah muda. Selesai. Tangannya tampak diborgol, dan dia mencoba menutupi wajahnya dengan kertas saat melewati media.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan IWW memiliki peran untuk menerbitkan persetujuan ekspor.

“Tersangka IWW menerbitkan persetujuan ekspor (PE) terkait komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya yang syarat-syaratnya tidak terpenuhi sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Burhanuddin.

Tiga tersangka lainnya dalam kasus ini yaitu Master Parulian Tumanggor (MPT) selaku Komisaris PT Wilma Nabati Indonesia, Stanley MA (SMA) selaku Senior Manajer PT Permata Hijau, dan Pierre Togar Sitanggang (PTS) selaku Manajer Affair PT Musim Mas.

SEE ALSO  Bacaan Zakat Fitrah Dan Waktu Berakhir Membayarnya

Kemudian tersangka Master Parulian Tumanggor melakukan komunikasi secara intensif dengan tersangka IWW terkait penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE) PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Multimas Nabati Asahan.

“Mengajukan permohonan izin Persetujuan Ekspor (PE) dengan tidak memenuhi syarat distribusi kebutuhan dalam negeri (DMO),” ucapnya.

Sama dengan Master Parulian Tumanggor (MPT), tersangka Stanley MA juga berkomunikasi secara intensif dengan tersangka IWW terkait penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE) Permata Hijau Group (PHG).

“Dia juga mengajukan permohonan izin Persetujuan Ekspor (PE) dengan tidak memenuhi syarat distribusi kebutuhan dalam negeri (DMO),” ujarnya.

Kemudian tersangka PTS berkomunikasi secara intens dengan tersangka IWW terkait penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE) PT Musim Mas.
Mengajukan permohonan izin Persetujuan Ekspor (PE) dengan tidak memenuhi syarat distribusi kebutuhan dalam negeri (DMO).